Mood:
MOMENT TO REMEMBER
Aku tak ingin lagi menyusuri sampai ujung taman ini . Aku hanya ingin disini . Bersamamu menghabiskan detik-detik waktu . Membiarkan helai rumput kehilangan bulir bening dalam timangnya . membiarkan surya menggiring embun kembali ke ranjang tidurnya . Dan membiarkan malam pekat turun seperti biasa . Aku hanya ingin diam disini . Dan hanya ingin bersamamu , meleburkan rindu yang sempat terkukung waktu .
Seperti ketika itu . Katika pertama kali kau buat gemuruh jantungku berpacu . Ketika pertama kali kau dekap aku dengan hangat jiwamu .
"Sayang , aku tak pernah dan tak akan pernah melupakan saat itu . Dan saat seperti itu yang aku rindu .Maukah kau diam disini sekedar mengingat dan mengulang saat seperti itu bersamaku ?", bisikku lembut ditelinga kirimu .
"Kekasih , aku sungguh menikmati saat seperti ini bersamamu . Dan ingin mengulangnya setiap waktu yang kau mau . Sungguh !", ucapmu sembari tersenyum tipis .
Namun kau alihkan pandanganmu dariku .Aku benci itu . Aku mencintai senyummu . Aku berharap senyum itu tak akan pernah memuai dari bibirmu .
Kuraih wajahmu dengan kedua tanganku . Kumulai dengan senyum .
"Sayang , bila kau sungguh menikmati saat seperti ini bersamaku , mengapa kau alihkan pandanganmu dariku ? Tak bolehkah aku sekedar menatap teduh kedua matamu dan menyelaminya lebih lama tanpa harus berucap sepatah kata ?".
Kau sentuh lembut kedua tanganku . dan menggenggamnya . Mata sayumu kembali menatapku . Bukan ungkapan rindu yang terusung sorot matamu . Namun ragu . Eantah , tak kutahu keraguan macam apa yang menaungimu . Dan aku masih disini menunggu ragumu pergi .
"Kekasih aku terlalu lapuk untuk menikmati saat seperti ini bersamamu", jawabmu lirih . Akhirnya terjawab sudah keraguan yang selama ini setia barsamamu . Dan lagi mata sayumu pergi dariku . Kau tak pula menyertakan senyummu setelah kalimatmu , meski tangan-tanganmu masih erat menggenggamku .
Kuraih kembali wajahmu dan kuusap lembut .
"Sayang , kamu selalu tahu bagaimana membuatku tersenyum .Dan aku ingin sekali melakukan hal yang sama terhadapmu . Denganmu merangkai tulip tanpa harus menyakiti tangan-tangan lembutmu yang biasa merengkuh jiwaku dan menghangatkannya . Denganmu di lantai Ibiz berdansa menghabiskan waktu . Bukankah ini hal yang manis untuk mengisi kebersamaan kita ?
Sayang , bukankah kita tak pernah memperkarakan jarak dan waktu ? Lau kenapa kau sibuk memperkarakan dirimu ?
"Sayang , bila kelam awan menyelimuti rona purnama , aku akan tetap disini bersamamu . Bila kusua bintang jatuh aku tak akan lari memungutnya , karena aku ingin cukup diam disini bersamamu . Bila resah menghalau senyummu untukku , aku akan tetap diam disini bersamamu .
Sayang, tumpahkan saja rindumu . Ceritakan gejolak yang mengganggu . Aku masih disini bersamamu .
Sayang ,kesini dekat aku , karena cintamu bersamaku", pintaku lirih sembari teresenyum .
Kau tersenyum . Matamu menatap lekat padaku . Aku menikmatinya . Karena memang itu yang aku tunggu darimu .Kini tak akan lagi kuperdulikan lagi gemuruh jiwa . Tak aku perdulikan pula detik demi detik berlalu . Karena aku hanya butuh diam disini bersamamu .
"Sayang , sampai kapan cintamu padaku ?", tanyaku ragu sambil makin kubenamkan diri dalam dekapmu .
"Kekasih , aku akan mencintaimu sampai terhenti detak jantungku untuk bisa kau hitung", jawabmu dan semakin erat kau dekap aku .
Demi Tuhan ! Kata itu yang sesungguhnya aku tunggu . Terima Kasih sayang ......
Posted by listy-listy
at 11:42 PM EDT
Updated: Friday, 24 June 2005 4:15 AM EDT

